Komjen Pol (Purn) Iriawan: Libas Pelaku Teror yang Ancam Gubernur Jabar dan Warga Sunda

Berita Umum239 Dilihat

Bhayangkaraglobalnews.comJAKARTA | Ancaman teror bom dan penculikan terhadap Kang Dedi Mulyadi, yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, di platform media sosial TikTok memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. Salah satu tokoh yang angkat bicara adalah Komjen Pol (Purn) H. Moch Iriawan, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Kang Ibul (Iwan Bule), mantan Penjabat (PJ) Gubernur Jawa Barat. Ia mengecam tindakan tersebut dengan nada tegas dan penuh emosi.

“Ancaman itu adalah bentuk teror yang sangat bodoh. KDM sebagai Gubernur Jawa Barat adalah pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat Jawa Barat. Mengancam KDM sama saja dengan mengancam seluruh warga Sunda di Jawa Barat,” ujar Iwan Bule, Rabu (23/4/2025), di Jakarta.

Lebih lanjut, Kang Ibul, yang pernah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat, melanjutkan dengan nada tegas: “Sebagai mantan penegak hukum, saya menyatakan perang terhadap pelaku aksi teror dan radikalisme. Sebagai insan prajurit Bhayangkara, saya mengutuk keras segala bentuk ancaman teror dan siap melibas setiap individu atau kelompok yang mencoba mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).”

Ia menegaskan bahwa Jawa Barat, sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, merupakan aset vital bagi NKRI. Oleh karena itu, setiap ancaman terhadap pemimpinnya adalah ancaman terhadap seluruh masyarakat Jawa Barat dan juga negara.

“Mengancam KDM sebagai Gubernur Jabar sama saja dengan mengancam rakyat Jawa Barat. Dan mengancam rakyat Jawa Barat berarti menantang eksistensi NKRI. Siapapun yang berani menantang NKRI harus dilibas tanpa ampun,” tegasnya dengan nada kesal dan penuh semangat.

Kang Iwan Bule, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, menambahkan bahwa dirinya bersama seluruh warga Sunda Jawa Barat siap mendukung KDM secara total dan bertekad melawan setiap bentuk radikalisme serta terorisme.

“Saya ingin menegaskan kepada aparat terkait, khususnya Tim Densus 88, Tim Anti Teror TNI, Kapolda Jawa Barat, dan Pangdam Siliwangi, agar segera menangkap dan menindak tegas pelaku teror ini. Tidak ada ruang bagi terorisme dan radikalisme di tanah Pasundan,” pungkasnya dengan nada tegas.