Bhayangkaraglobalnews.com – Presiden Joko Widodo hari ini meresmikan model kawasan tambak budidaya ikan nila salin di Desa Pusakajaya Utara, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Dalam kegiatan tersebut, Presiden menyoroti potensi besar tambak yang telah lama tidak dimanfaatkan di sepanjang pantai utara Jawa. Beliau menegaskan pentingnya mengalihfungsikan tambak udang yang tidak produktif menjadi tambak ikan nila, sambil mengapresiasi langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah membuat model untuk mengetahui manfaat yang akan dihasilkan. Meskipun diperlukan anggaran sekitar Rp13 triliun untuk mengembangkan kawasan tambak tersebut, Beliau mengungkapkan besarnya permintaan pasar dunia terhadap ikan nila sebagai potensi ekonomi yang perlu dimanfaatkan, langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam membuat modeling tambak ikan nila ini sudah tepat. Dengan pembangunan ini, pemerintah dapat melihat kapasitas produksi ikan nila yang bisa dihasilkan dari tambak yang dibangun di Kabupaten Karawang ini.

Presiden optimistis bahwa hal ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam menggerakkan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja yang luas. Peresmian ini diharapkan dapat mengembalikan kawasan tambak yang terbengkalai menjadi sumber daya yang produktif dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat setempat.

Setelah itu, Presiden Jokowi melakukan peninjauan langsung terhadap stok dan harga sejumlah bahan pangan di Pasar Baru, Karawang. Beliau menyatakan bahwa harga bahan pokok masih dalam keadaan baik bahkan mengalami penurunan, seperti bawang merah, bawang putih, dan beras lokal. Terkait ketersediaan, stok beras di Bulog telah mencukupi, dan pemerintah telah mengambil langkah-langkah antisipasi dalam menghadapi musim kemarau. Turut hadir dalam peninjauan ini sejumlah menteri dan pejabat daerah.











