Bhayangkaraglobalnews-com Kota Bandung Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menggelar lomba stand up comedy dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan aspirasi kepada institusi kepolisian.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, mengatakan lomba stand up comedy yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 menjadi salah satu upaya Polri untuk lebih dekat dengan masyarakat sekaligus menampung berbagai aspirasi dan kritik secara santai dan menghibur.
Menurut Hendra, stand up comedy saat ini menjadi salah satu bidang yang diminati masyarakat karena memiliki jenjang karier yang luas, mulai dari menjadi artis, influencer hingga bintang iklan. Karena tingginya minat tersebut, Polda Jabar mengakomodasi para komika untuk berpartisipasi dalam perlombaan tersebut.
“Kami memahami bahwa Kapolri bukan sosok yang anti kritik. Justru kritik dari masyarakat harus diterima dan menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian,” ujar Hendra, Senin (22/6/2026).
Ia mengatakan, melalui materi yang dibawakan para peserta, banyak masukan yang diterima kepolisian. Di antaranya terkait kekhawatiran masyarakat terhadap aksi begal, persepsi masyarakat terhadap kehadiran polisi lalu lintas, hingga pelayanan di Samsat dan pembuatan SIM yang dinilai masih rumit.
“Semua kritik itu akan kami serap dan menjadi bahan evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin mudah dan lebih baik,” katanya.
Selain lomba stand up comedy, Polda Jabar juga menggelar sedikitnya 18 perlombaan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. Salah satunya turnamen e-sport seperti Mobile Legends: Bang Bang dan eFootball yang menyasar generasi muda.
Turnamen tersebut digelar mulai dari tingkat Polres, Polda hingga Mabes Polri dengan total hadiah mencapai ratusan juta rupiah.
Tak hanya itu, Polda Jabar juga menggelar bazar UMKM dan pasar rakyat yang menghadirkan pelaku usaha mikro di Kota Bandung sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian masyarakat.
Hendra menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bukti bahwa Polri terus berupaya mendekatkan diri dengan masyarakat dan tidak anti terhadap kritik.
“Polri harus hadir di tengah masyarakat, memberikan perlindungan, pelayanan dan menjaga keamanan. Di usia ke-80 ini, kami berharap anggota Polri terus mengubah pola pikir bahwa menjadi polisi bukan sekadar profesi, tetapi jalan pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.
Vonny media investigasi Bhayangkara Global News com







