Tahyudin
Ketua Yayasan Ponpes Riyadlu As Shalihin
Kenapa Nabi Ismail As diuji keimanannya saat ia usia dini atau dimasa kanak kanak? Tidak nanti saja saat ia sudah dewasa, sehingga hatinya mampu membedakan yang baik dan buruk? Ada rahasia besar apa dibalik ujian diusia dini itu?
Menurut saya tidak semata2 Allah Swt menguji keimanan hambanya, tapi setiap kisah yang termaktub dalam Alquran tujuannya agar manusia mengambil pelajaran, ada nilai edukasi/ pembelajaran yang penting justru bagi kita sebagai orang tua, agar mendidik anak itu sejak usia dini, membangun pondasi keimanan anak itu sejak usia dini golden age / masa masa ke emasan.
Ismail As laksana biji varitas unggul dari pembuahan ayahnya para nabi Nabi Ibrahin AS. Biji unggul ditanam di bumi yang subur, akarnya akan menancap kuat ke dasar bumi, batangnya menjulang tinggi, daunya rindang dan akan sering menghasilkan buah unggul.
Pohon ini mempunyai imunitas yang kuat tak mudah diserang hama dan tak akan runduk tertiup angin kencang sekalipun.
Mengajarkan iman dan kebaikan sejak usia dini akan tertancap kuat di hati sanubarinya, tahan cobaan dan godaan dalam melaksanakan penghambaan terhadap Allah SWt.
Dengan demikian hati2 jangan pernah memarahi anak2 usia dini, sebab akan terekam kuat hingga masa dewasa. Jangan perlakukan anak usia dini dengan perlakuan yang tidak adil sebab traumanya akan terbawa seumur hidup.
Ia bisa memaafkan bahkan menghilangkan rasa trauma itu tapi ia tidak akan lupa dengan kejadian itu.
Pada umur 0-3 tahun itulah semuanya terekam oleh manusia, disimpan dan tidak ada yang dibuang, baik ataupun buruk, semuanya terekam dalam memorinya.
Itulah yang menjadi dasar atau pondasi bagi fase hidup berikutnya. bukankah arsitek ataupun insinyur yang hebat membuat sebuah bangunan pastinya pondasi bangunan tersebut tidak terlihat?
Beigitupula masa 0-3 tahun pada awal masa kehidupan manusia. Manusia dewasa tidak bisa mengingat kembali memori terbut, karena merupakan pondasi awal yang utama yang akan dibangaun diatasnya bangunan-bangunan yang kuat.
Jika pada masa pondasinya lemah maka untuk meletakan/membangun bangunan diatasnya akan goyah/tidak kokoh.
Saya sering kali mengatalan gagal mengedukasi anak2 gagal 30 tahun genserasi ke depan.
Kita sebagai seorang muslim baik yang sudah menjadi orangtua, ayah ataupun ibu. Terletak ditangan kita kewajiban untuk mendidik. Maka oleh karena itu, kita harus sangat berhati-hati, terutama pada anak usia dini.
Sering kali kita salah memarahi anak usia dini, membuly anak2 sebab dipandang tidak akan sakit hati, tapi faktanya akan sebaliknya.
Begitupun saya selalu mengatakan, simpan lah dan penuhilah hafalan ayat- ayat Alquran di file otak dan hati anak usia dini, sebab isinya akan menemukan kebaikan dan mengusir prilaku yang buruk.
Masa kecil istri saya terus merekam kebaikan neneknya, itu artinya bukan tidak ada orang baik di sekeliling dirinya, tapi dalam file hatinya terekam di masa kecil neneknya memperlakukan dia dengan istimewa.
Ia mau berkorban dan selalu berbuat baik untuknya.
Kita pasti akan menyebut2 dan selalu ingat orang2 baik disaat masa kecil bahkan kebaikan itu yang membuat perasaan kita ingin membayarnya secara tunai disaat kita dewasa dan mampu menunaikannya.
Maka perlakuan lah anak kecil dengan baik, dengan bahasa yang lembut dan penuh kasih sayang….sebab ia akan selalu mengingat orang2 baik dimasa itu.
Foto: Wisuda Tahfidz Quran Juz 29-30 MI Terpadu Cintaraja, Singaparna, Tasikmalaya.







