Bhayangkaraglobalnews.com – BANDUNG | Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang besar bagi instansi pemerintahan, sektor swasta, TNI-Polri, serta berbagai organisasi untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat proses kerja, mengolah informasi secara lebih efektif, dan mendukung transformasi organisasi.
Namun, penerapan AI tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama untuk seluruh instansi. Setiap organisasi memiliki karakteristik pekerjaan, kebutuhan, tantangan, struktur, serta proses kerja yang berbeda.
Atas dasar itu, program Pelatihan AI bagi Instansi Pemerintahan, Swasta, TNI-Polri dikembangkan dengan pendekatan kontekstual. Materi pelatihan tidak hanya memperkenalkan berbagai teknologi dan tools AI, tetapi diarahkan agar peserta dapat melihat secara langsung bagaimana AI dapat diterapkan sesuai kebutuhan nyata di lingkungan kerja masing-masing.
Program tersebut juga didukung oleh sejumlah pemateri dan praktisi dengan kompetensi yang beragam, mulai dari Artificial Intelligence, teknologi informasi, sistem informasi, automation, transformasi digital, media dan kehumasan, pengembangan sumber daya manusia, hingga pelatihan profesional.
Materi Disesuaikan dengan Kebutuhan Organisasi
Untuk lingkungan Polri, pemanfaatan AI antara lain dapat diarahkan pada penyusunan berita dan press release, analisis pemberitaan, media monitoring, issue monitoring, pembuatan konten, pengolahan dan ringkasan laporan, hingga penyusunan executive brief serta dukungan terhadap fungsi kehumasan.
Sementara di lingkungan TNI, implementasi dapat disesuaikan untuk membantu penyusunan laporan, administrasi, Standard Operating Procedure (SOP), knowledge management, briefing, pengelolaan dokumen, serta pengolahan dan penyusunan ringkasan informasi.
Pada kementerian dan lembaga pemerintahan, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu penyusunan naskah dinas, pengolahan informasi, analisis kebijakan, pelayanan publik, pengolahan data, penyusunan laporan, serta penyiapan bahan pendukung pengambilan keputusan.
Sedangkan pada Pemerintah Daerah, implementasi AI dapat diarahkan pada pelayanan masyarakat, administrasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD), penyusunan laporan, pengolahan informasi, Smart City, analisis data, serta dukungan terhadap pengambilan keputusan berbasis informasi.
Untuk sektor swasta, penerapan AI dapat disesuaikan dengan proses bisnis perusahaan, mulai dari administrasi, pemasaran, customer service, human resources, sales support, pengelolaan data, analisis pasar, pembuatan konten, penyusunan laporan, hingga otomatisasi sejumlah pekerjaan yang dilakukan secara rutin dan berulang.
Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan pada kemampuan berbagai tools AI, tetapi diajak memahami di mana dan bagaimana AI dapat memberikan manfaat terhadap proses kerja nyata di lingkungan organisasinya.
Dua Sesi: Fondasi AI hingga Workshop Implementasi
Pelatihan dirancang dalam dua sesi utama.
- Sesi Awal, memberikan fondasi dan pemahaman mengenai Artificial Intelligence, Large Language Model (LLM), perbedaan search engine dengan AI, prompt engineering, AI for business, hingga implementasi AI di tempat kerja.
- Selanjutnya, Sesi Pendalaman, diarahkan dalam bentuk workshop, praktik, dan demo, dengan fokus pada bagaimana AI dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja pekerjaan sehari-hari, sekaligus melihat kemungkinan penerapannya pada tingkat organisasi.
Konsep ini membuat pelatihan tidak berhenti pada teori, tetapi memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengalami secara langsung bagaimana AI dapat membantu pekerjaan.
Roadmap Lima Level Pemanfaatan AI
Pendekatan pelatihan dikembangkan melalui roadmap lima level pemanfaatan AI.
- Level 1 — AI sebagai Pencari Informasi.
Peserta memahami bagaimana AI dapat membantu mencari, membandingkan, merangkum, mengolah, dan menyusun informasi secara lebih efektif. - Level 2 — AI sebagai Asisten Kerja.
Peserta mempraktikkan penggunaan AI untuk membantu membuat dan merapikan dokumen, merangkum laporan, membuat notulen, menganalisis informasi, melakukan brainstorming, menyusun rencana, membuat presentasi, serta mendukung berbagai pekerjaan administratif dan komunikasi. - Level 3 — AI sebagai Asisten Pimpinan atau Decision Support.
Pada level ini, AI diperkenalkan sebagai alat bantu untuk mengolah sejumlah informasi dan laporan menjadi Executive Summary, Executive Brief, identifikasi masalah, alternatif solusi, serta bahan pendukung pengambilan keputusan.
Pendekatan ini terutama memberikan gambaran kepada unsur pimpinan bahwa AI tidak sekadar dapat menghasilkan tulisan, tetapi juga berpotensi membantu menyajikan informasi secara lebih terstruktur untuk mendukung proses manajerial.
- Level 4 — AI Automation.
Pada tahap ini, AI tidak lagi hanya digunakan untuk menjawab pertanyaan, tetapi diperkenalkan sebagai bagian dari suatu workflow.
Salah satu contoh yang dapat diperlihatkan melalui demo adalah CV Screening, mulai dari CV masuk, AI membaca dan mengekstraksi data, melakukan scoring dan ranking, hingga menghasilkan informasi yang dapat membantu proses seleksi.
Peserta tidak dituntut mempelajari coding. Fokusnya adalah memahami bagaimana automation bekerja dan bagaimana konsep serupa berpotensi diterapkan pada proses kerja lain.
- Level 5 — AI-Powered Organizational Function.
Pada level yang lebih strategis, beberapa workflow AI dan automation dapat digabungkan untuk membantu suatu fungsi atau unit kerja di dalam organisasi.
Salah satu contoh yang dapat diperkenalkan adalah prototype AI Humas/Kominfo, yang dapat mencakup Media Monitoring, Content Assistant, Issue Monitoring, Analisis, Executive Brief, dan Dashboard.
Tidak seluruh konsep harus langsung berada dalam tahap production. Sebagian dapat diperlihatkan melalui prototype atau mockup, sementara satu atau dua workflow dapat didemonstrasikan secara langsung.
Dengan pendekatan tersebut, pimpinan diharapkan dapat melihat bahwa AI bukan hanya chatbot, tetapi dapat dikembangkan menjadi bagian dari workflow organisasi dan berpotensi mendukung peningkatan kinerja suatu fungsi kerja.
Didukung Pemateri dengan Kompetensi Beragam
Salah satu narasumber sekaligus salah satu pimpinan dalam pelatihan ini adalah Irman Kostaman, S.Sos., yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang media, jurnalistik, komunikasi, dan kehumasan. Ia juga memiliki pengalaman sebagai Instruktur Pelatihan Jurnalis Mabes Polri dan Polda di seluruh Indonesia, serta merupakan salah satu pendiri Tribratanews.
Pelatihan turut diperkuat oleh sejumlah pemateri dan praktisi dari berbagai latar belakang kompetensi.
- Popon Dauni, S.T., M.Kom., memiliki kompetensi sebagai Fasilitator Kemendikdasmen, akademisi Sistem Informasi, serta researcher di bidang Software Engineering, Information Systems, dan Business Intelligence.
- Dadi Gunadi, praktisi teknologi informasi dan konsultan dengan kompetensi di bidang Artificial Intelligence dan Generative AI, AI-Assisted Software Development, workflow automation, AI Agent dan intelligent system, API integration, web development, digital transformation, cybersecurity, software testing, serta training dan workshop.
- Adi Jauhar Muhammad, S.T., MBA, memiliki kompetensi sebagai Fasilitator Kemendikdasmen serta praktisi di bidang pengembangan SDM, Partnership Distribution Academy, Sales Quality, dan Development.
- Muhammad Arifin Nursalim, S.Kom., memiliki kompetensi sebagai Fasilitator Kemendikdasmen, Trainer BNSP KKNI Level 4, Trainer Kartu Prakerja, Trainer Corporate Training, serta Trainer Diklat Online Nasional.
- Sayid S.A., S.Kom., MMSI, memiliki kompetensi sebagai Fasilitator Kemendikdasmen, Trainer BNSP KKNI Level 4, Trainer Corporate Training, serta Trainer Lembaga Pelatihan Digital.
- Master Karnudi, S.Kom., memiliki kompetensi sebagai Fasilitator Kemendikdasmen, Asesor Kompetensi BNSP, Master Trainer Karirjitu Indonesia, Trainer Corporate Training, serta Trainer Diklat Disnaker dan BBPVP.
Keberagaman kompetensi para pemateri tersebut membuat pelatihan tidak hanya membahas Artificial Intelligence dari sisi teknologi, tetapi juga menghubungkannya dengan sistem informasi, komunikasi, media, pengembangan SDM, proses bisnis, kebutuhan organisasi, dan transformasi digital.
20 Persen Teori, 80 Persen Praktik dan Demo
Konsep workshop diarahkan dengan komposisi sekitar 20 persen teori dan 80 persen praktik serta demo.
Level pertama menjadi fondasi. Level 2 dan Level 3 menjadi bagian utama materi dan praktik, Level 4 diperkenalkan melalui demo automation, sementara Level 5 menjadi showcase atau prototype untuk memperlihatkan kemungkinan penerapan AI pada suatu fungsi organisasi.
Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan memperoleh tiga hasil utama: Skill, Insight, dan Vision.
Pertama, Skill, yaitu kemampuan praktis menggunakan AI untuk membantu pekerjaan sehari-hari.
Kedua, Insight, yaitu kemampuan melihat dan mengidentifikasi pekerjaan maupun proses kerja di unit masing-masing yang berpotensi dibantu AI.
Ketiga, Vision, khususnya bagi unsur pimpinan, yakni memperoleh gambaran bahwa AI bukan sekadar chatbot, tetapi dapat menjadi bagian dari workflow dan berpotensi membantu transformasi suatu fungsi organisasi.
Dengan demikian, karakter pelatihan ini bukan semata-mata terletak pada AI atau tools apa yang diajarkan, tetapi pada apa yang dialami peserta dan apa yang dapat mereka bawa pulang serta terapkan setelah mengikuti workshop.
Menurut Irman Kostaman, target yang ingin dicapai tidak berhenti pada kondisi di mana peserta hanya mengetahui bahwa ChatGPT atau berbagai tools AI dapat melakukan berbagai pekerjaan.
Tujuan yang ingin dibangun lebih jauh adalah agar peserta mengalami sendiri bagaimana AI dapat membantu pekerjaan mereka, sementara pimpinan memperoleh gambaran mengenai bagaimana AI berpotensi meningkatkan kinerja proses kerja di organisasinya.
“Demikian penjelasan dari Irman Kostaman, salah satu pimpinan Pelatihan AI ini yang sebelumnya pernah menjadi Instruktur Pelatihan Jurnalis Mabes Polri dan Polda di seluruh Indonesia, serta merupakan salah satu pendiri Tribratanews.”
Apabila setelah pelatihan ditemukan kebutuhan nyata pada suatu instansi atau perusahaan, pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan secara bertahap melalui proses discovery → Proof of Concept (PoC) → pilot → project, disesuaikan dengan kebutuhan, kesiapan sistem, karakteristik, dan proses kerja masing-masing organisasi.
Pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal bagi instansi pemerintahan, kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah, TNI-Polri, maupun sektor swasta untuk mulai memetakan peluang pemanfaatan Artificial Intelligence secara konkret berdasarkan kebutuhan masing-masing, sehingga penerapan AI tidak berhenti sebagai tren penggunaan teknologi, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan produktivitas, kualitas proses kerja, dukungan terhadap pimpinan, serta transformasi organisasi.
Bagi instansi, satuan kerja, lembaga, maupun pihak yang berminat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai program Pelatihan AI, dapat menghubungi:
Irman Kostaman melalui nomor 0812-1477-1018.







