Bhayangkaraglobalnews.com – BANDUNG | Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru bagi fungsi kehumasan Polri untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat pengolahan informasi, mendukung penyusunan konten dan pemberitaan, serta membantu pimpinan memperoleh informasi yang lebih ringkas dan terstruktur dalam mendukung proses kerja organisasi.
Pemanfaatan AI di lingkungan Humas Polri tidak hanya diarahkan pada penggunaan berbagai tools atau chatbot, tetapi dikembangkan secara kontekstual berdasarkan kebutuhan pekerjaan staf maupun pimpinan.
Bagi staf Humas Polri, AI dapat dimanfaatkan sebagai asisten kerja dalam membantu penyusunan berita dan press release, pembuatan headline dan caption, merangkum laporan, membuat notulen, mengolah informasi, melakukan brainstorming, menyusun bahan komunikasi, menganalisis pemberitaan, hingga membantu berbagai pekerjaan administratif yang dilakukan sehari-hari. Materi tersebut sejalan dengan fokus pelatihan pada AI sebagai pencari informasi dan AI sebagai asisten kerja.
Sementara bagi unsur pimpinan Humas Polri, pemanfaatan AI diarahkan lebih jauh untuk membantu mengolah berbagai informasi dan laporan menjadi Executive Summary, Executive Brief, identifikasi masalah, alternatif solusi, serta bahan pendukung pengambilan keputusan. Dengan pendekatan tersebut, pimpinan tidak hanya memahami cara menggunakan AI, tetapi juga melihat bagaimana hasil pengolahan AI dapat mendukung pekerjaan manajerial dan proses pengambilan keputusan.
Dua Sesi Pelatihan: Fondasi dan Workshop
Program pelatihan dirancang dalam dua sesi utama.
- Sesi Awal, memberikan fondasi dan pemahaman umum mengenai Artificial Intelligence, Large Language Model (LLM), perbedaan search engine dengan AI, prompt engineering, AI for business, hingga implementasi AI di tempat kerja.
- Selanjutnya, Sesi Pendalaman dikembangkan dalam format workshop, praktik, dan demo, dengan fokus bagaimana AI dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja pekerjaan sehari-hari sekaligus melihat kemungkinan penerapannya pada level organisasi.
Dengan model tersebut, peserta tidak hanya memperoleh penjelasan teoritis mengenai AI, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menggunakan teknologi tersebut sesuai kebutuhan pekerjaan.
Roadmap Lima Level Pemanfaatan AI
Konsep pelatihan dibangun melalui roadmap lima level pemanfaatan AI, mulai dari kemampuan dasar hingga penerapan AI pada suatu fungsi organisasi.
- Level 1 — AI sebagai Pencari
Peserta memahami bagaimana AI dapat membantu mencari, membandingkan, merangkum, mengolah, serta menyusun informasi secara lebih efektif.
- Level 2 — AI sebagai Asisten
Level ini menjadi salah satu fokus utama bagi staf. Peserta mempraktikkan penggunaan AI
untuk membuat dan merapikan dokumen, merangkum laporan, membuat notulen,
menganalisis informasi, melakukan brainstorming, menyusun rencana, membuat bahan presentasi, serta mendukung pekerjaan administratif dan komunikasi sehari-hari.
- Level 3 — AI sebagai Asisten Pimpinan atau Decision
Pada level ini, terutama bagi unsur pimpinan, AI diperkenalkan sebagai alat bantu untuk mengolah informasi menjadi Executive Summary, Executive Brief, identifikasi masalah, alternatif solusi, serta bahan pendukung pengambilan keputusan.
- Level 4 — AI
Pada tahap ini AI tidak lagi sekadar menjawab pertanyaan, tetapi mulai diperkenalkan dalam bentuk workflow yang dapat membantu menjalankan rangkaian pekerjaan tertentu.
Salah satu contoh yang dapat diperlihatkan melalui demo adalah CV Screening, mulai dari CV masuk, AI membaca dan mengekstraksi data, melakukan scoring dan ranking, hingga menghasilkan informasi yang dapat membantu proses seleksi. Peserta tidak dituntut mempelajari coding, tetapi diarahkan untuk memahami konsep dan manfaat automation dalam suatu proses kerja.
- Level 5 — AI-Powered Organizational
Pada level yang lebih strategis, beberapa workflow AI dan automation dapat digabungkan untuk membantu suatu fungsi atau unit kerja dalam organisasi.
Prototype AI Humas
Salah satu konsep yang dapat diperkenalkan secara khusus kepada peserta dan pimpinan Humas Polri adalah prototype AI Humas, yang dapat mencakup:
- Media Monitoring
- Content Assistant
- Issue Monitoring
- Analisis
- Executive Brief
- Dashboard
Konsep tersebut tidak seluruhnya harus langsung berada pada tahap production. Sebagian dapat diperlihatkan melalui prototype atau mockup, sementara satu atau dua workflow dapat didemonstrasikan secara langsung.
Melalui pendekatan tersebut, pimpinan diharapkan memperoleh gambaran bahwa Artificial Intelligence bukan hanya chatbot untuk menjawab pertanyaan atau membuat tulisan, tetapi dapat dikembangkan menjadi bagian dari workflow Humas Polri.
Lebih jauh, pimpinan dapat mulai melihat dan memetakan proses kerja pada unit masing-masing untuk mengidentifikasi bagian yang berpotensi dibantu, ditingkatkan, atau diintegrasikan dengan teknologi AI.
Didukung Pemateri dengan Kompetensi Beragam
Salah satu narasumber sekaligus salah satu pimpinan dalam pelatihan ini adalah Irman Kostaman, S.Sos., yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang media, jurnalistik, komunikasi, dan kehumasan. Ia juga memiliki pengalaman sebagai Instruktur Pelatihan Jurnalis Mabes Polri dan Polda di seluruh Indonesia, serta merupakan salah satu pendiri Tribratanews.
Pelatihan turut diperkuat oleh sejumlah pemateri dan praktisi dari berbagai latar belakang kompetensi, khususnya dalam teknologi, Artificial Intelligence, automation, sistem informasi, transformasi digital, dan pengembangan sumber daya manusia.
- Popon Dauni, S.T., M.Kom., memiliki kompetensi sebagai Fasilitator Kemendikdasmen, akademisi Sistem Informasi, serta researcher di bidang Software Engineering, Information Systems, dan Business Intelligence.
- Dadi Gunadi, memiliki kompetensi di bidang Artificial Intelligence dan Generative AI, AI-Assisted Software Development, workflow automation, AI Agent dan intelligent system, API integration, web development, digital transformation, cybersecurity, software testing, serta training dan workshop.
- Adi Jauhar Muhammad, T., MBA, memiliki kompetensi sebagai Fasilitator Kemendikdasmen serta praktisi pengembangan sumber daya manusia, Partnership Distribution Academy, Sales Quality, dan Development.
- Muhammad Arifin Nursalim, S.Kom., memiliki kompetensi sebagai Fasilitator Kemendikdasmen, Trainer BNSP KKNI Level 4, Trainer Kartu Prakerja, Trainer Corporate Training, serta Trainer Diklat Online Nasional.
- Sayid A., S.Kom., MMSI, memiliki kompetensi sebagai Fasilitator Kemendikdasmen, Trainer BNSP KKNI Level 4, Trainer Corporate Training, serta Trainer Lembaga Pelatihan Digital .
- Master Karnudi, Kom., memiliki kompetensi sebagai Fasilitator Kemendikdasmen, Asesor Kompetensi BNSP, Master Trainer Karirjitu Indonesia, Trainer Corporate Training, serta Trainer Diklat Disnaker dan BBPVP.
Keberagaman kompetensi para pemateri tersebut diharapkan membuat pelatihan AI bagi Humas Polri tidak hanya melihat teknologi dari sisi penggunaan tools, tetapi juga dari aspek media, komunikasi, sistem informasi, pengembangan SDM, proses kerja, hingga transformasi digital.
20 Persen Teori, 80 Persen Praktik dan Demo
Konsep workshop diarahkan dengan komposisi sekitar 20 persen teori dan 80 persen praktik serta demo.
Level pertama diberikan sebagai fondasi. Level 2 dan Level 3 menjadi bagian utama materi dan praktik karena berhubungan langsung dengan kebutuhan staf dan pimpinan. Level 4 diperkenalkan melalui demo automation, sedangkan Level 5 diperlihatkan melalui showcase atau prototype penerapan AI pada suatu fungsi organisasi.
Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan membawa pulang tiga hal utama: Skill, Insight, dan Vision.
- Pertama, Skill, yaitu kemampuan praktis menggunakan AI untuk membantu pekerjaan sehari-
- Kedua, Insight, yaitu kemampuan melihat dan mengidentifikasi pekerjaan maupun proses kerja pada unit masing-masing yang berpotensi dibantu AI.
- Ketiga, Vision, khususnya bagi pimpinan, yakni memperoleh gambaran bahwa AI bukan hanya chatbot, tetapi dapat menjadi bagian dari workflow dan berpotensi membantu transformasi fungsi
Menurut Irman Kostaman, tujuan program tidak berhenti pada kondisi di mana peserta hanya mengetahui bahwa ChatGPT atau berbagai tools AI dapat melakukan sejumlah pekerjaan. Target yang dibangun adalah agar peserta mengalami sendiri bagaimana AI dapat membantu pekerjaan mereka, sementara unsur pimpinan memperoleh gambaran tentang bagaimana AI berpotensi meningkatkan kinerja proses kerja di lingkungan Humas Polri.
“Demikian penjelasan dari Irman Kostaman, salah satu pimpinan Pelatihan AI ini yang sebelumnya pernah menjadi Instruktur Pelatihan Jurnalis Mabes Polri dan Polda di seluruh Indonesia, serta merupakan salah satu pendiri Tribratanews.”
Apabila setelah workshop ditemukan kebutuhan nyata, pengembangan teknologi dapat dilanjutkan secara bertahap melalui proses discovery → Proof of Concept (PoC) → pilot → project, disesuaikan dengan kebutuhan, kesiapan sistem, dan karakteristik proses kerja organisasi.
Pelatihan ini diharapkan menjadi salah satu langkah bagi staf dan pimpinan Humas Polri untuk tidak hanya mengenal perkembangan Artificial Intelligence, tetapi juga memahami secara konkret bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan kehumasan, meningkatkan produktivitas, mendukung pengolahan dan analisis informasi, serta membuka peluang pengembangan workflow berbasis AI dalam mendukung transformasi fungsi Humas Polri.
Bagi personel, satuan kerja, maupun pimpinan di lingkungan Humas Polri yang berminat memperoleh informasi lebih lanjut, mengikuti, atau menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan program Pelatihan AI yang berorientasi pada peningkatan produktivitas, automation, dan pengembangan intelligence system, dapat menghubungi:
Irman Kostaman
0812-1477-1018







