Bhayangkaraglobalnews.com – JAKARTA | Dede Farhan Aulawi didaulat sebagai keynote speaker dalam acara Simposium Internasional Asia Pacific Chaplaincy Symposium 2025, yang mengusung tema “Fostering Peace and Unity Through Interfaith Collaboration in The World”. Kegiatan ini diikuti oleh delegasi dari 65 negara di kawasan Asia Pasifik dan dibuka secara resmi oleh Kepala Staf TNI AL.

Dalam simposium ini, Dede Farhan Aulawi menyampaikan paparan berjudul “Interfaith Collaboration to Promote, Accelerate and Maintain Peace and Unity”, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas agama dalam membangun perdamaian dan persatuan global.
Selain Dede Farhan Aulawi, simposium ini juga menghadirkan Prof. Dr. Meutya Hatta, putri sang proklamator Mohammad Hatta, sebagai salah satu narasumber utama. Berbagai perspektif mengenai upaya diplomasi antaragama dan peran komunitas lintas iman dalam menciptakan harmoni dunia turut dibahas dalam forum ini.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama internasional dalam mewujudkan tatanan dunia yang damai. Dalam diskusi tersebut, juga disampaikan bahwa apabila keputusan untuk menyatakan perang tidak dapat dihindari, maka kepatuhan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan harus tetap diutamakan dan dipatuhi.

Melalui simposium ini, diharapkan terjalin sinergi antarnegara dalam membangun pemahaman bersama dan kerja sama yang lebih erat guna menjaga stabilitas dan kedamaian global.













