Resmi Diluncurkan, IndoVac Vaksin Covid-19 Halal Buatan PT Bio Farma

Pemerintahan215 Dilihat

Bhayangkaraglobalnews.com – Kota Bandung – Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) meresmikan langsung peluncuran dan penyuntikan pertama IndoVac. Vaksin Covid-19 buatan dalam negeri di PT Bio Farma Kota Bandung pada Kamis, 13 Oktober 2022.

Vaksin kali ini di berikan kepada masyarakat yang belum pernah memperoleh vaksin Covid-19.

IndoVac telah teruji secara aman dan tersertifikasi halal. Selama 1,5 tahun Bio Farma melakukan penelitian dan uji coba vaksin IndoVac ini.

Di kembangkan dengan teknologi protein rekombinan yang dapat cepat di adaptasi untuk varian baru di masa depan. Serta lebih mudah di distribusikan ke pelosok negeri.

“Banyak yang belum tahu jika Bio Farma setahun bisa produksi 3 miliar dosis vaksin yang di ekspor ke 153 negara,” ujar Jokowi.

Ia menjelaskan, Bio Farma merupakan produsen vaksin yang masuk 5 besar dunia.

“Bio Farma dan memproduksi macam-macam vaksin seperti polio, difteri, meningitis, flu, campak, dan sekarang vaksin covid yang kita beri nama IndoVac,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, untuk vaksin polio saja Bio Farma mampu menguasai suplai 70 persen pangsa pasar dunia.

Dengan kemampuan memproduksi vaksin covid sendiri, di harapkan Bio Farma mampu mencapai target kapasitas dosis vaksin sebanyak 40 juta di tahun depan.

“Bahkan, bisa sampai 120 jt dosis vaksin jika masih di butuhkan. Kita akan dorong terus Bio Farma sehingga nanti akan betul-betul menghasilkan sebuah revenue yang semakin besar bagi negara. Sehingga kita memiliki kemandirian berdikari betul dalam urusan vaksin,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, setelah mendapatkan uji klinis emergency dari BPOM, IndoVac akan di gunakan untuk program booster pemerintah.

Ia mengaku, IndoVac setara dengan vaksin Covid-19 lain yang tingkat efisiennya di atas 80 persen berdasarkan data uji klinis yang di lakukan ke 4.050 relawan.

“Mulai dari uji klinis 1, KIPI-nya sangat ringan. Hal yang lebih bagus lagi, ini halal. Dari awal kami sudah mendesain jika vaksin ini kualitasnya bagus dan halal,” aku Basyir.

Ia juga mengungkapkan, Bio Farma akan terus melanjutkan inovasinya, sehingga bisa memproduksi produk-produk kesehatan dan mengurangi ketergantungan obat-obatan impor.

“Sekitar 90 persen bahan baku obat itu diimpor. Kita ingin mengurangi hal ini. Kita mencoba mengintegrasikan ekosistem mulai dari RnD, manufaktur, insitusi, suplai, layanan kesehatan, apotek, klinik lab, dan RS,” paparnya.

Menanggapi target jutaan dosis vaksin InoVac dari presiden, ia mengatakan, vaksin ini akan di fokuskan ke dalam negeri terlebih dahulu.

“Kami sempat berdiskusi juga dengan WHO. Ada potensi Indonesia akan memberikan donasi kepada negara yang tingkat vaksinasinya masih rendah, seperti Nigeria, Zimbabwe, dan Kenya,” katanya.

Ia menuturkan, target sampai akhir tahun sebanyak 6,9 juta dosis pertama akan di distribusikan ke seluruh Indonesia.

“Targetnya kalau sampai emergency use kita sudah keluar akan di gunakan paling utama untuk booster. Karena kalau primer sudah lebih dari 80 persen,” tuturnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah mendiskusikan bersama Kemenkes mengenai penggunaan IndoVac untuk anak usia 3-11 tahun.

“Jika di butuhkan akan kita lakukan uji klinisnya juga,” imbuhnya.