Sang Legenda #61 Telah Pergi, Benny “Baonk” Dikenang sebagai Pembalap dan Mentor Generasi Muda

Berita Umum, Olahraga146 Dilihat

Bhayangkaraglobalnews.com – BANDUNG | Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar duka menyelimuti dunia otomotif dan balap motor Tanah Air, khususnya Jawa Barat. Salah satu legenda balap nasional asal Bandung, Benny Pria Nursandi, yang lebih dikenal dengan nama Benny “Baonk”, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 18 Agustus 2026, sore menjelang malam.

Kepergian Benny “Baonk” meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, para mantan pembalap, komunitas otomotif, hingga generasi pembalap muda yang pernah mengenal maupun mendapatkan ilmu dan motivasi darinya.

Dalam sejumlah unggahan di media sosial sebelum kepergiannya, Benny diketahui tengah menjalani proses penyembuhan dari sakit. Rekan-rekan sesama mantan pembalap atau Ex Rider Jawa Barat pun beberapa kali datang menjenguk dan memberikan dukungan.

Suasana pertemuan bersama para sahabat tersebut kerap diisi dengan senda gurau dan cerita-cerita mengenai kenangan masa lalu saat bersama-sama menaklukkan lintasan balap.

Namun, Allah SWT berkehendak lain. Benny “Baonk” akhirnya berpulang menghadap Sang Khalik.

Semoga almarhum husnul khatimah, seluruh amal ibadah serta kebaikannya diterima Allah SWT, diampuni segala kekhilafannya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. Aamiin.

Legenda Nomor Start #61

Benny “Baonk” merupakan salah satu sosok yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan balap motor Jawa Barat. Ia dikenal sebagai salah satu dedengkot balap yang mempunyai karakter kuat, baik ketika berada di dalam maupun di luar lintasan.

Perjalanan Benny di dunia balap dimulai sejak 1985, ketika dirinya melakoni debut melalui ajang grasstrack antar pelajar.

Dari lintasan tanah, perjalanan kariernya terus berkembang. Namanya kemudian semakin dikenal ketika terjun ke dunia road race, terutama pada era 1990-an hingga awal 2000-an.

Berbagai lintasan dan kejuaraan menjadi bagian dari perjalanan panjang kariernya. Prestasi dan konsistensinya membuat nama Benny “Baonk” dikenal tidak hanya di Jawa Barat, tetapi juga di lingkungan balap motor nasional.

Satu hal yang begitu melekat pada dirinya adalah nomor start #61.

Nomor tersebut seakan menjadi identitas Benny “Baonk” selama berkompetisi di berbagai lintasan. Bagi penggemar balap pada eranya, melihat angka 61 di lintasan akan langsung mengingatkan pada sosok Benny dengan gaya balapnya yang berani, agresif, dan penuh karakter.

Nyentrik, Berkarakter dan Dicintai Komunitas Balap

Benny “Baonk” juga dikenang sebagai pembalap dengan karakter yang unik dan nyentrik.

Sejak masa kejayaannya, penampilannya selalu mempunyai ciri khas tersendiri. Mulai dari penggunaan aksesori helm yang berbeda dibandingkan pembalap lain, gaya kesehariannya, hingga karakter yang terlihat sangat ekspresif ketika berada di atas sepeda motor.

Dalam kenangan para penggemar balap era tersebut, Benny juga menjadi salah satu figur yang ikut mempopulerkan penggunaan “knalpot udang” pada sepeda motor Yamaha F1ZR.

Karakter “pecicilan” ketika mengendarai motor justru menjadi salah satu daya tariknya. Di balik karakter tersebut terdapat keberanian, kemampuan membaca lintasan, serta pengalaman panjang seorang pembalap yang dibentuk melalui kerasnya kompetisi.

Bagi mereka yang mengenalnya sejak masa muda, Benny bukan hanya seorang pembalap. Ia adalah senior, abang, sahabat sekaligus tempat berbagi pengalaman bagi sesama insan otomotif.

Tak Hanya Berprestasi, Benny “Baonk” Banyak Mencetak Pembalap Muda Jawa Barat

Warisan terbesar Benny “Baonk” ternyata tidak hanya dapat dilihat dari piala, podium ataupun catatan prestasi yang pernah diraihnya.

Setelah melewati perjalanan panjang sebagai pembalap, Benny juga dikenal mempunyai perhatian besar terhadap regenerasi dunia balap Jawa Barat.

Pengalaman bertahun-tahun di lintasan tidak disimpannya untuk dirinya sendiri. Ia banyak berbagi pengetahuan, pengalaman, teknik balap hingga mental bertanding kepada generasi yang lebih muda.

Tidak sedikit pembalap muda Jawa Barat yang mendapatkan arahan, motivasi, ilmu serta pengalaman dari Benny “Baonk”, baik secara langsung maupun melalui lingkungan komunitas balap yang dibangunnya selama bertahun-tahun.

Karena itu, Benny layak dikenang bukan hanya sebagai mantan pembalap berprestasi, tetapi juga sebagai salah satu figur senior yang turut mencetak, membina dan membuka jalan bagi lahirnya generasi-generasi pembalap muda Jawa Barat.

Baginya, dunia balap bukan sekadar mengenai siapa yang paling cepat menyentuh garis finis. Ada regenerasi, persaudaraan, keberanian, disiplin serta tanggung jawab untuk meneruskan pengalaman kepada generasi berikutnya.

Dari tangan dan pengalaman para senior seperti Benny inilah ekosistem balap Jawa Barat mampu terus melahirkan talenta-talenta baru.

Perginya Seorang Legenda, Tinggalnya Sebuah Warisan

Kepergian Benny “Baonk” merupakan kehilangan besar bagi dunia balap motor Indonesia.

Namun perjalanan panjang yang telah ditorehkannya tidak akan ikut pergi.

Nomor #61, karakter khasnya di lintasan, persahabatannya dengan sesama pembalap, kisah-kisah balap pada masa kejayaan hingga pembalap-pembalap muda yang pernah mendapatkan ilmu darinya akan menjadi bagian dari warisan yang terus dikenang.

Bagi keluarga besar otomotif Jawa Barat, Benny adalah bagian dari sebuah generasi yang membangun nama Jawa Barat di lintasan nasional melalui keberanian, kemampuan dan kecintaannya terhadap dunia balap.

Hari ini lintasan kehilangan salah satu legendanya.

Seorang senior telah berpulang.

Seorang abang dan sahabat telah meninggalkan komunitas yang dicintainya.

Namun nama dan cerita tentang Benny “Baonk” Pria Nursandi #61 akan tetap hidup dalam ingatan insan balap Indonesia.

Selamat jalan, Kang Benny “Baonk”.

Terima kasih atas seluruh cerita, prestasi, persahabatan, ilmu dan dedikasi yang telah diberikan untuk dunia balap motor Jawa Barat dan Indonesia.

Semoga seluruh amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, segala dosa dan kekhilafannya diampuni, dilapangkan kuburnya, serta diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.

Kepada keluarga, sahabat, Ex Rider Jawa Barat, para pembalap binaan serta seluruh keluarga besar dunia otomotif yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan keikhlasan.

Selamat jalan, Legenda #61.

Nama boleh meninggalkan lintasan, tetapi jejak dan warisanmu akan tetap hidup pada generasi pembalap setelahmu.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Al-Fatihah untuk almarhum Benny “Baonk” Pria Nursandi.