Aksi Solidaritas di Bandung Berujung Rusuh: Massa Bakar Kendaraan Polisi dan Rusak Fasilitas DPRD Jabar

AKSI DEMO134 Dilihat

Bhayangkaraglobalnews.com | BANDUNG | terjadi demonstrasi anarkis yang melibatkan ratusan pelajar, mahasiswa, dan pengemudi ojek online (ojol) di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung. Aksi yang dimulai pukul 14.00 WIB ini berujung pada perusakan fasilitas dan pembakaran kendaraan polisi. (Pada Jumat, 29 Agustus 2025)

Massa aksi berkumpul di gerbang utama DPRD Jabar dan segera melancarkan serangan dengan melempar berbagai benda seperti botol, batu, dan kayu. Meskipun diguyur hujan, mereka terus berupaya memanjat pagar untuk masuk dan menyampaikan kekecewaannya kepada anggota DPRD Jabar.

Amukan massa tidak hanya menyasar gedung, tetapi juga fasilitas di halamannya, termasuk merusak pendingin ruangan (AC), CCTV, dan videotron. Kericuhan memuncak saat massa melemparkan bom molotov yang menyebabkan beberapa kendaraan polisi terbakar.

Sekitar pukul 15.00 WIB, saat massa berusaha merobohkan videotron, aparat kepolisian mulai menembakkan gas air mata berkali-kali untuk memukul mundur kerumunan. Tembakan gas air mata sempat memecah konsentrasi massa, tetapi mereka dengan cepat kembali mendekat ke pintu masuk gedung.

Suasana semakin tegang dan mencekam karena asap gas air mata bercampur dengan sisa api dari pembakaran, yang mengurangi jarak pandang dan memicu batuk serta jeritan dari massa. Hingga berita ini diturunkan, ratusan demonstran masih bertahan di lokasi, dan aparat keamanan tetap bersiaga di pintu utama untuk mencegah massa merangsek masuk.

Aksi rusuh di Bandung ini terjadi sehari setelah Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Barat menyerukan demonstrasi lanjutan. Protes ini merupakan bentuk solidaritas dan perlawanan terhadap dugaan brutalitas aparat saat pembubaran demonstrasi di DPR RI sehari sebelumnya, yang menewaskan seorang pengemudi ojol. BEM SI Jabar menekankan bahwa rakyat tidak boleh diam dan harus bersolidaritas untuk bergerak menggugat.