Bhayangkaraglobalnews.com – TASIKMALAYA | Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada tokoh-tokoh yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, kebudayaan, lingkungan, pendidikan, sejarah dan dunia informasi.
Semangat tersebut mewarnai pelaksanaan Galunggung Awards 2026 di kawasan Taman Rekreasi Geopark Batu Ampar Galunggung atau Batu Mahpar, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa, 18 Agustus 2026.
Salah satu penerima penghargaan adalah Irman Kostaman, S.Sos., Pendiri Media Tribarata News, yang menerima Piagam Penghargaan Galunggung Awards 2026 dengan predikat:
“ADILUHUNG KI SUNDA UTAMA – TOKOH PECINTA ALAM DAN MEDIA MASSA.”
Penganugerahan tersebut memiliki konteks yang lebih luas dari sekadar penghargaan kepada seorang tokoh media. Di balik perjalanan Forum Silaturahmi Sunda Sabuana dan kawasan Batu Mahpar terdapat figur yang selama bertahun-tahun konsisten mengangkat isu kebudayaan, sejarah, lingkungan dan nasionalisme, yaitu Irjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N., yang akrab disapa Abah Anton.
Abah Anton dan Jejak Panjang Galunggung Awards
Nama Abah Anton mempunyai keterkaitan kuat dengan perjalanan Forum Silaturahmi Sunda Sabuana dan berbagai kegiatan kebudayaan yang berpusat di kawasan Galunggung.
Mantan Kapolda Jawa Barat tersebut dikenal sebagai salah satu penggagas serta Pendiri/Pupuhu Utama Yayasan Forum Silaturahmi Sunda Sabuana (FS3). Dalam pelaksanaan Galunggung Award 2025, FS3 di bawah kepemimpinannya memberikan penghargaan kepada puluhan tokoh dari berbagai bidang sebagai bentuk penghormatan atas karya dan pengabdian kepada masyarakat.
Tradisi penghargaan tersebut berkaitan dengan filosofi Amanat Galunggung, yakni bahwa sebuah jasa dan pengabdian selayaknya mendapatkan penghormatan. Pada Galunggung Award 2025, Abah Anton menegaskan bahwa penghargaan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk penghormatan terhadap tokoh-tokoh yang telah menghadirkan karya nyata bagi daerah, bangsa dan negara.
Memasuki tahun 2026, posisi Abah Anton dalam kehidupan kebudayaan Sunda semakin mendapat ruang setelah ia ditetapkan sebagai Ketua Umum Majelis Adat Sunda (Masda) Jawa Barat. Kedudukan tersebut memperkuat perannya sebagai salah satu figur yang menjembatani unsur adat, budaya, sejarah, lingkungan dan kebangsaan di Jawa Barat.
Karena itu, keberadaan Galunggung Awards 2026 dapat pula dilihat sebagai bagian dari kesinambungan gagasan yang selama bertahun-tahun dibangun di Galunggung: menghormati pengabdian sekaligus menjaga identitas dan nilai luhur masyarakat Sunda dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Batu Mahpar Bukan Sekadar Lokasi Acara
Pemilihan Batu Mahpar atau Batu Ampar Galunggung sebagai lokasi penyelenggaraan juga mempunyai nilai historis.
Kawasan tersebut telah lama berkaitan dengan aktivitas kebudayaan Abah Anton. Pada 2020, Batu Mahpar menjadi lokasi deklarasi Forum Silaturahmi Sunda Sadunya dan peluncuran gagasan Geopark Galunggung yang dipimpin Abah Anton. Dalam berbagai pemberitaan, kawasan Batu Mahpar juga disebut sebagai objek wisata milik dan dikembangkan oleh Abah Anton, yang kemudian didorong menjadi salah satu ikon Geopark Galunggung.
Batu Mahpar kemudian tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan kebudayaan dan sejarah.
Museum, artefak, narasi sejarah Sunda, kegiatan adat, diskusi kebudayaan dan berbagai aktivitas pelestarian menjadikan kawasan tersebut mempunyai hubungan erat dengan gagasan bahwa alam, sejarah dan budaya tidak dapat dipisahkan.
Dengan latar seperti itulah Galunggung Awards memperoleh karakter tersendiri.
Penghargaan tidak diselenggarakan di ruang yang terlepas dari sejarah, tetapi di lingkungan yang selama bertahun-tahun digunakan sebagai tempat silaturahmi dan penguatan kebudayaan.
Irman Kostaman, Media dan Kepedulian terhadap Alam
Dalam konteks tersebut, penghargaan kepada Irman Kostaman, S.Sos. dengan predikat “Adiluhung Ki Sunda Utama – Tokoh Pecinta Alam dan Media Massa” memperoleh makna yang lebih dalam.
Penghargaan tersebut mempertemukan dua dunia yang sebenarnya mempunyai hubungan erat, yaitu lingkungan hidup dan media massa.

Sebagai pendiri Media Tribarata News, kiprah Irman Kostaman tidak hanya ditempatkan pada kemampuan media menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga pada peranan pers dalam membangun kesadaran publik mengenai lingkungan, budaya, sejarah dan kehidupan sosial.
Media memiliki kekuatan untuk mengabadikan peristiwa.
Namun lebih dari itu, media juga mempunyai kemampuan untuk menjaga ingatan sebuah masyarakat.
Melalui pemberitaan, dokumentasi dan ruang publik yang dibangun media, sejarah dapat diwariskan, persoalan lingkungan dapat diketahui masyarakat, budaya lokal dapat diperkenalkan kembali, dan berbagai bentuk pengabdian masyarakat dapat memperoleh perhatian.
Predikat Tokoh Pecinta Alam dan Media Massa karena itu memperlihatkan sebuah pesan penting: kerja jurnalistik dan kepedulian terhadap lingkungan tidak harus berdiri sendiri.
Keduanya dapat bertemu dalam satu bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Dari Abah Anton kepada Para Penerima Penghargaan: Ada Jasa, Ada Amanah
Filosofi yang sejak awal menyertai Galunggung Award adalah penghormatan terhadap jasa dan pengabdian.
Namun sebuah penghargaan tidak seharusnya berhenti ketika piagam diserahkan.
Penghargaan justru melahirkan amanah baru.
Bagi insan media seperti Irman Kostaman, amanah tersebut dapat diwujudkan dengan terus menghadirkan informasi yang bertanggung jawab, akurat dan bermanfaat; memberikan ruang terhadap persoalan masyarakat; menjaga nilai budaya dan sejarah; serta ikut membangun kepedulian terhadap kelestarian alam.
Semangat ini sejalan dengan berbagai pandangan Abah Anton dalam kegiatan kebudayaan Sunda yang menempatkan pelestarian budaya bukan sebagai romantisme masa lalu, melainkan bagian dari memperkuat nasionalisme, persatuan dan jati diri bangsa. Pada Kirab Budaya Tasikmalaya 2026, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Majelis Adat Sunda Jawa Barat, Abah Anton juga menekankan pentingnya menjaga sejarah, warisan budaya dan persatuan di tengah modernisasi.
Dengan demikian terdapat benang merah antara Abah Anton, Galunggung, FS3, Majelis Adat Sunda, lingkungan, kebudayaan dan penghargaan kepada Irman Kostaman.
Benang merah itu adalah pengabdian.
Silaturahmi Media dan Kepolisian
Galunggung Awards 2026 juga menjadi ruang silaturahmi antara berbagai unsur masyarakat dan institusi.
Turut hadir Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi, S.H., S.I.K., M.H., yang pada awal Agustus 2026 resmi memimpin Polres Tasikmalaya, serta Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H.
Dalam kesempatan tersebut, Irman Kostaman bersilaturahmi dengan Kapolres Tasikmalaya di sela-sela rangkaian kegiatan.

Kehadiran Kabid Humas Polda Jawa Barat juga mempunyai relevansi tersendiri dengan posisi media dalam kehidupan masyarakat. Beberapa hari sebelum perhelatan Galunggung Awards, Kombes Pol. Hendra Rochmawan menegaskan pentingnya hubungan dan komunikasi antara Polri dan insan pers dalam menjaga penyampaian informasi kepada publik.
Karena itu, momentum pertemuan antara tokoh adat dan budaya, insan media, pegiat lingkungan serta jajaran kepolisian dalam Galunggung Awards dapat dipandang sebagai ruang untuk memperkuat komunikasi lintas elemen masyarakat.
Budaya membutuhkan ruang publik. Alam membutuhkan kepedulian. Masyarakat membutuhkan informasi. Sementara pers dan aparatur negara mempunyai tanggung jawab masing-masing dalam menjaga kepentingan masyarakat.
Media sebagai Jembatan Antargenerasi
Perubahan teknologi informasi membawa tantangan besar terhadap pelestarian sejarah dan kebudayaan.
Generasi muda kini memperoleh sebagian besar informasi melalui ruang digital.
Situasi tersebut membuat media mempunyai tanggung jawab yang semakin penting.
Teknologi tidak seharusnya menjadi lawan bagi kebudayaan.
Sebaliknya, teknologi dapat menjadi alat untuk mendokumentasikan bahasa, kesenian, situs sejarah, tradisi, lingkungan dan pemikiran para leluhur agar dapat dikenal oleh generasi yang bahkan tidak pernah berhadapan langsung dengan sumber aslinya.
Dalam perspektif itulah penghargaan kepada insan media seperti Irman Kostaman mempunyai relevansi.
Pelestarian budaya bukan hanya tugas budayawan.
Jurnalis, organisasi masyarakat, pegiat lingkungan, akademisi, pemerintah, aparat negara, tokoh masyarakat sampai generasi muda dapat mengambil peran masing-masing.
Galunggung, Kemerdekaan dan Jati Diri Bangsa
Pelaksanaan Galunggung Awards bertepatan dengan rangkaian 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Momentum tersebut memberikan pesan bahwa kemerdekaan tidak cukup dirayakan melalui seremoni.
Kemerdekaan harus diisi dengan kemampuan bangsa menjaga tanah airnya, melestarikan alamnya, memahami sejarahnya, mempertahankan budayanya, mencerdaskan masyarakatnya dan menjaga persatuannya.
Galunggung menjadi simbol yang kuat bagi pesan tersebut.
Di kawasan inilah alam, sejarah dan perjalanan masyarakat Sunda bertemu.
Di tempat yang sama pula Abah Anton selama bertahun-tahun membangun ruang silaturahmi budaya, dan melalui Galunggung Awards penghormatan diberikan kepada mereka yang dianggap telah memberikan sumbangsih kepada masyarakat.
Penghargaan kepada Irman Kostaman, S.Sos., Pendiri Media Tribarata News, dengan predikat “Adiluhung Ki Sunda Utama – Tokoh Pecinta Alam dan Media Massa”, karena itu dapat dipandang bukan hanya sebagai penghargaan personal.
Ia sekaligus membawa tanggung jawab agar media terus hadir sebagai sarana pendidikan, kontrol sosial, dokumentasi sejarah dan penggerak kepedulian terhadap lingkungan serta kehidupan masyarakat.
Dari Galunggung untuk Indonesia
Dari perjalanan Abah Anton Charliyan, Forum Silaturahmi Sunda Sabuana dan Batu Mahpar, hingga penghargaan yang diterima Irman Kostaman, terdapat sebuah pesan yang sama:
kemajuan tidak harus menghapus identitas.
Budaya Sunda dapat hidup berdampingan dengan perkembangan teknologi.
Media modern dapat menjadi penjaga sejarah.
Kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan.
Dan kecintaan terhadap budaya daerah tidak berlawanan dengan nasionalisme, melainkan dapat menjadi salah satu fondasi untuk semakin mencintai Indonesia.
Galunggung Awards 2026 akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menerima sebuah piagam.
Ia merupakan pengingat bahwa setiap generasi mempunyai kewajiban untuk meneruskan apa yang telah dijaga generasi sebelumnya.
Mencintai Indonesia berarti menjaga alamnya, merawat budayanya, menghormati sejarahnya, mengabdi kepada masyarakatnya, menjaga persatuannya dan menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi bangsanya.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
INDONESIA BERDAULAT, ADIL DAN MAKMUR.
MERDEKA!












