Bhayangkaraglobalnews.com – GORONTALO | Menjelang bulan suci Ramadhan 1446 H, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DitReskrimsus) Polda Gorontalo bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Gorontalo melaksanakan kegiatan monitoring untuk memastikan ketersediaan stok barang kebutuhan pokok dan Gas LPG 3 Kg. Kegiatan ini dilakukan di sejumlah lokasi strategis di Provinsi Gorontalo pada Kamis (13/2/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, M.E.M., dan diikuti oleh berbagai pejabat daerah serta aparat keamanan, antara lain:
- Khairul Amir, S.Si (Kabinda Gorontalo)
- Kolonel Inf. Jaelan (Kasrem 133/NW)
- Kombes Pol. Dr. Maruli Pardede, S.H., S.I.K., M.H. (Dirreskrimsus Polda Gorontalo)
- Dr. Ir. Ismail Madjid, M.TP (Pj. Wali Kota Gorontalo)
- Risjon K. Sunge (Kadis Kumperindag Provinsi Gorontalo)
- Dr. Ir. Muljady Mario, M.Si (Kadis Pertanian Provinsi Gorontalo)
- Taufik Hidayat (Deputi Kepala Perwakilan BI Gorontalo)
- Ramdan Pade (Kadis Pangan Provinsi Gorontalo)
- Sri Wahyuni Daeng Matona (Kadis Kominfotik Provinsi Gorontalo)
Pengecekan Stok dan Harga Bahan Pokok
Monitoring dimulai di Pasar Sentral Kota Gorontalo. Hasil pantauan menunjukkan bahwa stok kebutuhan bahan pokok secara umum masih mencukupi hingga bulan Ramadhan. Namun, minyak goreng subsidi merek Minyakita tidak ditemukan di seluruh lapak pasar. Selain itu, para pedagang mengeluhkan menurunnya jumlah pembeli karena banyak pedagang memilih berjualan di pinggir jalan dibandingkan di dalam pasar.

Selanjutnya, tim melakukan pengecekan di PT. Cipta Langgeng Mitra Sukses , Kota Gorontalo. Dari hasil pemantauan, stok minyak goreng bersubsidi Minyakita juga masih kosong, tetapi stok bahan pokok lainnya seperti beras, gula, dan tepung terigu mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan.
Di Agen LPG PT. Dua Jaya Bersaudara , Kabupaten Gorontalo, Forkopimda memastikan bahwa stok Gas LPG 3 Kg masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan. Kelangkaan yang terjadi di beberapa daerah lain tidak berdampak signifikan pada Provinsi Gorontalo.
Terakhir, tim meninjau Pasar Kayu Bulan di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa stok kebutuhan bahan pokok secara keseluruhan masih mencukupi. Namun, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Contohnya, harga ayam pedaging naik dari Rp60.000 menjadi Rp65.000 per ekor. Minyak goreng bersubsidi Minyakita juga masih belum tersedia di lapak pedagang.
Situasi Aman dan Terkendali
Seluruh rangkaian kegiatan monitoring berlangsung lancar dan berakhir pada pukul 10.30 WITA dalam kondisi aman dan kondusif. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata mengenai ketersediaan bahan pokok dan energi bagi masyarakat Gorontalo menjelang bulan suci Ramadhan.

Polda Gorontalo bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan guna memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi. Selain itu, langkah-langkah antisipatif akan dilakukan untuk mencegah potensi kelangkaan atau lonjakan harga yang signifikan selama bulan Ramadhan.













