HIMBARA Catat Kinerja Solid di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Berita Umum515 Dilihat

Bhayangkaraglobalnews.com – JAKARTA | Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) terus menunjukkan kinerja fundamental yang solid meski menghadapi dinamika tantangan ekonomi global. Ketua Umum HIMBARA sekaligus Direktur Utama BRI, Sunarso, menegaskan bahwa HIMBARA berkomitmen menjaga stabilitas layanan perbankan serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan dengan tata kelola yang baik.

“Fundamental kinerja HIMBARA sangat solid. Selain itu, kami memastikan seluruh layanan operasional perbankan berjalan lancar dan aman, sehingga nasabah tetap mendapatkan akses optimal terhadap produk dan layanan keuangan,” ujar Sunarso.

Ia juga menambahkan bahwa HIMBARA, seperti halnya bank swasta, berpartisipasi dalam program penjaminan simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) serta berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. Dengan sistem tata kelola yang baik, nasabah mendapatkan kepastian bahwa dana mereka aman sesuai ketentuan yang berlaku.

Kinerja Keuangan Positif di 2024

Kinerja keuangan HIMBARA pada tahun 2024 mencatat hasil yang sangat positif. Empat bank anggota HIMBARA—BRI, Mandiri, BNI, dan BTN—berhasil mencetak laba signifikan. Berikut adalah rincian pencapaian laba bersih masing-masing bank:

  • BRI : Rp60,64 triliun
  • Mandiri : Rp55,78 triliun
  • BNI : Rp21,5 triliun
  • BTN : Rp3 triliun

Dari sisi penyaluran kredit, pertumbuhan juga tercatat positif di berbagai segmen:

  • BRI menyalurkan kredit sebesar Rp1.354,64 triliun, tumbuh 6,97% YoY, dengan 81,97% dialokasikan untuk UMKM.
  • Mandiri mencatatkan kredit sebesar Rp1.670,55 triliun, naik 19,5% YoY, didorong oleh segmen wholesale .
  • BNI menyalurkan Rp775,87 triliun, tumbuh 11,6% YoY, seiring pemulihan ekonomi nasional.
  • BTN mencatatkan kredit Rp357,97 triliun, naik 7,3% YoY, dengan mayoritas berasal dari KPR subsidi dan non-subsidi.

Peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK)

Pertumbuhan kredit yang kuat juga didukung oleh likuiditas yang memadai melalui peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK):

  • BRI berhasil menghimpun Rp1.365,45 triliun, dengan rasio CASA mencapai 67,30%.
  • Mandiri mencatatkan DPK sebesar Rp1.699 triliun, tumbuh 7,73% YoY, dengan CASA mendominasi hingga 80,3%.
  • BNI mencatatkan pertumbuhan tabungan ritel sebesar 11% YoY, dari Rp232 triliun menjadi Rp258 triliun.
  • BTN membukukan DPK Rp381,67 triliun, naik 9,1% YoY, dengan rasio CASA mencapai 54,1%.

Sinergi dan Tata Kelola yang Baik Jadi Kunci Keberhasilan

Sunarso menegaskan bahwa pencapaian ini menunjukkan kuatnya fundamental bisnis HIMBARA dalam menghadapi tantangan industri yang dinamis. “Sinergi dan tata kelola yang baik telah menjadi modal utama HIMBARA dalam menjaga stabilitas industri perbankan. Hal ini akan berdampak positif bagi perekonomian nasional,” pungkasnya.

Dengan strategi yang tepat dan komitmen kuat terhadap tata kelola perusahaan yang baik, HIMBARA optimistis dapat terus memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, bahkan di tengah ketidakpastian global.